
Perilla frutescens var. crispa, juga dikenal dengan nama Jepang shiso, adalah sebuah kultigen dari Perilla frutescens, sebuah tumbuhan dalam keluarga Lamiaceae. Tumbuhan tersebut berasal dari daerah pegunungan Tiongkok dan India, namun kini ditemukan di seluruh dunia. Bagian-bagian berbeda dari tumbuhan tersebut dipakai dalam hidangan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Asal dan persebaran
Dikatakan bahwa asal usul tanaman ini adalah dari sebuah daerah di India dan Tiongkok, meskipun tanaman ini dapat ditemukan di Asia Tenggara seperti Thailand dan bahkan negara Asia lainnya
Siapa sangka tanaman yang biasa kita kenal sebagai bahan pelengkap masakan Jepang ternyata memiliki beragam manfaat. Selain bisa digunakan untuk masakan, pun juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh khususnya kesehatan kulit. Tanaman tersebut adalah daun shiso yang sering kita jumpai pada acar, furikake atau bumbu yang ditaburkan di atas nasi, campuran onigiri, ataupun sashimi. Daun shiso memang sangat kental dengan budaya Jepang. Di sana, daun shiso umum digunakan dalam hal kuliner dan pengobatan.
Terdapat dua jenis daun shiso yang mudah dijumpai, yaitu shiso hijau yang biasa disebut aojiso dan shiso merah atau akajiso. Shiso hijau lebih sering dimanfaatkan untuk makanan seperti untuk hiasan pada sushi dan sashimi, digoreng untuk dijadikan sebagai cemilan, atau digunakan untuk menggantikan wasabi. Sementara itu, shiso merah biasa digunakan untuk acar, dan obat-obatan.
Terkait pengobatan, shiso merah dikenal sebagai bahan pengobatan di Jepang dan Tiongkok. Seiring dengan perkembangan zaman dan berbagai penelitian, kini shiso merah banyak digunakan sebagai bahan dari berbagai produk kesehatan kulit karena beragam manfaatnya, salah satunya untuk menghambat pertumbuhan bakteri di kulit.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Shiso
