
Euphorbiaceae
PENYEBARAN TANAMAN
Tanaman ini banyak menyebar di daerah Hindia Timur dan Pasifik, merupakan tanaman tropis yang sering ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Ekstrak daunnya juga sudah dijadikan salep untuk mengatasi masalah jamur pada kulit. Selain itu, tunas muda tanpa bunganya dapat dimasak sebagai sayuran.
NAMA LOKAL
Sablo dan Daung mangsi (Jawa).
AGROEKOLOGI
Tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis, dengan sinar matahari penuh (6 jam atau lebih), kadar air tanah sedang, tanah lembap, memiliki drainase yang baik, suhu 16 °C.
MORFOLOGI
- Akar tunggang berwarna cokelat.
- Batang tegak berkayu, bulat halus, ranting berambut, cabang simpodial.
- Daun tunggal berseling, lonjong, tepi bergerigi, ujung meruncing, berbintik, tulang menyirip, warna hijau krim atau merah, berambut, bentuk ada yang mendatar ada yang melengkung.
- Bunga majemuk, bentuk bulir, berkelamin dua, kelopak bentuk mangkok, kecil, warna hijau, biasa tersembunyi di balik daun.
- Buah kotak beruang tiga, berambut, merah.
- Biji berbentuk ginjal, hitam.
BUDIDAYA
- Perbanyakan secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang).
- Akalifa merupakan tanaman yang mudah tumbuh. Hasil stek batang sebaiknya ditanam di pot yang lebarnya 2 kali lipat dari panjang akar yang terbentuk.
KANDUNGAN BAHAN KIMIA : Saponin, flavonoid, tanin, polifenol, alkaloid, korilagin, asam galat, monoterpen, seskuiterpen, steroid, flobatanin, geranin, phytate, terpenoid.
KHASIAT : Antidiabetes, antibakteri, obat diare, infeksi saluran cerna, infeksi jamur di kulit, pegal linu, menurunkan demam, hipertensi, mengobati batuk darah, sariawan, rematik, radang, dan pembengkakan.
Sumber : https://www.socfindoconservation.co.id/plant/485
